Seberapa Besar Kita Membutuhkan Tuhan?
Sumber: Boonyachoat from Getty Images

Kata Alkitab / 29 November 2025

Kalangan Sendiri

Seberapa Besar Kita Membutuhkan Tuhan?

Claudia Jessica Official Writer
91

Sejak awal kehadiran-Nya di dunia, Yesus selalu menghadirkan perbincangan yang tajam dan memecah opini. Mereka yang tidak memahami Taurat justru memanggil nama-Nya, sementara para ahli Taurat malah menolak dan menuduh-Nya. Situasi inilah yang mendorong Nikodemus datang kepada Yesus, ia melihat sendiri betapa kuatnya kontroversi itu.

Jika kita melihat kehidupan manusia hari ini, pola serupa masih terjadi. Banyak orang tidak benar-benar mencari Tuhan. Mereka hanya datang ketika membutuhkan sesuatu. Kita sering melawan, meragukan, bahkan memberontak terhadap kehendak Tuhan.

Parahnya lagi, kita tidak tahu bagaimana cara menyelamatkan diri, tetapi kita sangat ahli menghancurkan diri kita sendiri. Itu sebabnya hanya Yesus yang mampu menolong kita keluar dari kehancuran.

Kita semua mengaku membutuhkan Tuhan, tapi tidak banyak yang benar-benar menyadari betapa besar kebutuhan itu. Karena itu, kita baru bersungguh-sungguh berdoa ketika ada permohonan khusus atau keinginan mendesak yang ingin segera dijawab Tuhan.

Ibrani 11:6 mengingatkan bahwa iman adalah pondasi untuk memahami kebutuhan kita akan Tuhan. Tanpa iman, kita tidak akan pernah mengerti seberapa bergantungnya kita pada-Nya.

Paulus menegaskan hal yang sama dalam Filipi 4:13 bahwa kita hanya mampu menghadapi segala perkara karena Kristus yang memberi kekuatan. Artinya, hidup kita seharusnya berpijak, bergerak, dan bernafas di dalam Dia.

Alkitab juga memberi kita teladan luar biasa melalui kehidupan Daniel. Sejak muda, Daniel sadar bahwa tanpa Tuhan ia tidak bisa melakukan apa pun. Kesetiaan dan ketekunannya dalam berdoa membuatnya sanggup menghadapi tekanan, ancaman, dan konsekuensi besar. Doanya yang konsisten menuntun pada terobosan iman, dan iman yang bertumbuh membuka jalan bagi terobosan besar bersama Tuhan.

Dalam Yohanes 5:14, Yesus berkata, “Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi.” Ayat ini menunjukkan bahwa setelah Tuhan memulihkan kita, kita justru semakin membutuhkan-Nya.

Ironisnya, saat sehat dan diberkati, banyak orang merasa tidak lagi memerlukan Tuhan. Padahal justru di saat kondisi baik itu, Yesus ingin menjaga masa depan kita agar tidak kembali hancur.

We need God every hour—bahkan lebih setelah kita dipulihkan.

Yesus juga menegaskan dalam Markus 10:29–30 bahwa berkat dan kesembuhan tidak pernah terlepas dari tantangan dan proses. Justru ketika kita menerima berkat, kita perlu semakin berpegang pada firman sebagai standar hidup. Kita perlu Tuhan lebih daripada yang kita bayangkan.

Tapi ada satu hal yang seringkali kita abaikan, pengampunan. Tanpa hati yang mengampuni, doa kita terhalang. Kesembuhan tidak akan datang bila hati kita masih menahan luka. Tuhan sudah menyiapkan pemulihan, pembebasan, dan keselamatan, tetapi Tuhan memanggil kita untuk datang dengan kerendahan hati dan hati yang remuk.

Jadi, seberapa besar kita membutuhkan Tuhan?

Jawabannya: lebih besar dari yang pernah kita sadari.

Sumber : Berbagai sumber | Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami